Senin, 04 Mei 2015

Gelar TEDx Perdana, UII Komunikasikan Harapan kepada Masyarakat

Memberikan semangat dan menumbuhkan potensi-potensi lokal yang ada di masyarakat adalah hal yang saat ini tengah diupayakan untuk membuat masyarakat semakin maju dan berkembang. Peran inilah yang diharapkan diambil oleh perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang kaya dengan insan akademis yang unggul dan peduli. Sebab pada dasarnya masyarakat membutuhkan motivasi untuk bangkit dan optimis dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang semakin kompleks, baik dalam bidang ekonomi, hukum, maupun budaya. Masyarakat yang bersikap optimis dan sadar akan potensi yang dimilikinya, diharapkan dapat menghimpun hal itu guna memajukan komunitas mereka sendiri.
Isu inilah yang ingin diangkat oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dalam penyelenggaraan event TEDx yang berlangsung pada Sabtu (2/5) di Gedung Prof. Dr. Sardjito, kampus terpadu UII. UII kembali menggelar event setaraf internasional yang menghadirkan para pembicara yang dinilai telah berperan dalam mengkomunikasikan harapan kepada masyarakat.
Disampaikan oleh Direktur Humas UII, Karina Utami Dewi, S.IP., MA bahwa TEDx UII adalah bagian dari sebuah komunitas internasional yang tersebar di berbagai negara dan kota-kota di seluruh penjuru dunia yang bertujuan menyebarkan ide-ide baru yang positif kepada komunitas, organisasi, maupun individu-individu melalui event-event yang diselenggarakan TEDx.
“TEDx UII memberi kesempatan kepada individu-individu yang memiliki pengalaman menggerakkan sebuah komunitas untuk menyampaikan ide dan gagasan terbaiknya. Harapannya hal ini dapat berdampak semakin meluas dan berpengaruh positif pada penyebaran ide positif ke komunitas lain yang lebih luas”, ungkapnya.
Senada Direktur Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni UII, Hangga Fathana, S.IP., MA juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan event perdana ini merupakan upaya UII untuk turut menggerakkan perubahan positif dalam masyarakat lewat penyampaian ide-ide yang kreatif. “Setidaknya kami menghadirkan sembilan pembicara dari berbagai latar belakang untuk tampil menyampaikan idenya selama kurang lebih 15 menit”, ujarnya.
Wakil Rektor I UII, Dr.-Ing. Ilya Maharika, MA menyambut baik inisiasi gelaran TEDx UII perdana ini. Ia mengatakan, ”Peran universitas memang bukan sekedar menghasilkan lulusan, namun juga menjadi embrio pembawa harapan dan pesan keteladanan yang dapat direplikasi oleh masyarakat. Semoga pesan dan ide para pembicara dapat mewakili peran itu”, tegasnya.
Pembicara yang Membawa Pesan Harapan
ImageAdapun para pembicara yang hadir pada TEDx UII kali ini, antara lain Dr. Yulianto Prihatmaji (Kepala Pusat Penelitian Sains dan Teknologi DPPM UII) yang menyampaikan tentang program Sekolah Lurah sebagai upaya membina aparatur desa untuk dapat mengelola dana desa. Alan Dwi Prasetyo, mahasiswa FTI UII, salah seorang anggota tim aplikasi "celengan limbah", pemenang olimpiade sains nasional.
Dr. Is Fatimah, Ketua Prodi Ilmu Kimia UII, satu-satunya ilmuwan dari Indonesia penerima hibah penelitian The World Academy of Sciences (TWAS) yang menyampaikan tentang prinsip green chemistry sebagai upaya mengoptimalkan sumber daya alam asli Indonesia. Denny Neilment, alumni FE UII sekaligus owner Kedai Kopi yang menyampaikan tentang perannya  menggugah kembali motivasi masyarakat penanam kopi di Lereng Merapi pasca dihantam erupsi. Dr. Wiryono Raharjo, Direktur International Program UII yang berbicara tentang keamanan hak bermukim dari sudut pandang kualitas arsitektur permukiman informal.
Selanjutnya, Lutfi Zanwar, mahasiswa FE UII sekaligus relawan sosial yang menyampaikan tentang penyediaan pojok baca buku-buku untuk mengajak mahasiswa gemar membaca. Dr. Widodo Brontowiyono, Dekan FTSP UII, yang berbicara tentang peran komunitas peduli sungai dalam menjaga kelestarian alam. Hijrah Purnama, dosen Teknik Lingkungan UII yang menyampaikan tentang upaya menggerakkan socialpreneur lewat pengelolaan sampah menjadi barang bernilai jual. Serta Meika Hazim, alumni FE UII dan juga pengusaha wanita yang membicarakan tentang pendidikan bisnis bagi kaum ibu dalam organisasi agar mereka dapat membangun bisnis secara mandiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar