Selasa, 05 Mei 2015

Review Kamera Nikon d5000

Nikon telah merilis sebuah produk terbarunya pada hari Senin kemarin yaitu Nikon D5100. Kamera Nikon D5100 diketahui memiliki sensor 16.2 megapixel serta layar LCD dapat diatur, auto focus-continuous dalam mode film, ISO maksimum 25.600, dan mode Efek Khusus baru dengan empat filter yang bekerja baik untuk pengambilan gambar diam maupun video/film.

Nikon D5100 merupakan seri terbaru dari D5000 yang menjadi kamera DSLR Nikon pertama dengan layar LCD lipat.

Fitur terbaru di D5100 adalah sebagian besar ditujukan untuk pengguna yang ingin merekam video/film dengan DSLR mereka. Kamera ini mampu menangkap film beresolusi 1080p dan 720p di kecepatan 24 atau 30 fps. Layar LCD berukuran 3-inch, dengan kepadatan 921,000-dot yang bisa membalik keluar dan miring hingga 170 derajat, yang dapat digunakan pada modus film dan Live View. Mode Efek Khusus kamera memberikan pengguna empat filter yang dapat diterapkan untuk film maupun gambar diam: Selective Color, Color Sketch, efek tilt-shift, dan Night Vision, yang meningkatkan ISO ke 102400.

D5100 memiliki kemampuan untuk auto fokus continuous pada mode film- suatu fitur yang memulai debutnya di D3100 itu. Salah satu kelemahan yang diketahui dari fitur ini adalah bahwa ia menghasilkan suara keras yang ditangkap oleh mikrofon di-kamera. Untuk membantu mengatasi masalah ini meskipun dengan biaya tambahan untuk konsumen-Nikon merilis mikrofon eksternal baru yang disebut-ME 1 yang sesuai ke hot shoe mount kamera dan colokan ke port input mic. Hal ini dirancang untuk mengkompensasi sebagian besar dari kebisingan yang diciptakan oleh lensa auto-fokus. Mikrofon ME-1 akan dijual secara terpisah mulai bulan April dengan harga $ 180.


Berikut fitur dan spesifikasi dari Nikon D5100 :

* sensor CMOS DX 16 MP (crop factor 1.5x)
* ISO normal 100-6400 (can be raised to ISO 25600)
* burst 4 fps
* full HD movie 1080p, 30 fps, AVCHD H.264
* auto focus while recording video
* LCD Vari-angle 3-inch 921 thousand pixels resolution
* finder cov. 95% with a magnification of 0.78 x
* flash sync 1/200 second
* 11 point AF
* 420 pixels RGB
* Quiet shutter mode
* bracketing dan in camera HDR (tidak ada di D3100)
* Expeed 2 (14 bit)

Mengenal ISO

ISO pada fotografi digital , bagi saya , lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor . Namun , kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting . Noise ini tampak seperti bintik – bintik butiran kecil yang bersebaran pada foto . Jika foto di zoom hingga 100% akan terlihat jelas noisenya . Selain menimbulkan noise , penambahan nilai ISO juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yg dihasilkan misal : warna jadi tidak muncul , detail jadi hilang dsb.

Nilai ISO pada kamera pada umumnya adalah 100,200,400,800,1600,3200 . Kamera DSLR profesional , NIKON D3 , bahkan mampu mencapai ISO hingga 6400,12800 dan 25600 dengan noise yang sangat rendah . Seiring perkembangan teknologi jangan heran kalau beberapa tahun kedepan sensor digital akan lebih baik , mampu mendukung ISO tinggi tapi dengan noise minimal.

Penggunaan ISO

Umumnya , settingan ISO yang dianjurkan adalah nilai ISO kecil. Noise yg dihasilkan lebih kecil sehingga hasil foto lebih baik apalagi jika berenacana untuk di-print pada ukuran besar. Juga cocok untuk pemotretan landscape / pemandangan dimana noise yg diinginkan seminimal mungkin. Repotnya kalau memotret landscape biasanya pada waktu-waktu dimana justru kurang cahaya : sunrise , sunset atau malam. Mau tidak mau, penggemar jenis foto tersebut harus sedia tripod atau sejenisnya agar bisa menggunakan shutter speed yang lama.

Nilai ISO besar biasanya digunakan untuk kondisi-kondisi kurang cahaya (malam hari atau indoor) dimana setting-an Aperture maupun Shutter Speed. Pada kondisi tersebut , Nilai ISO bisa di naikkan sampai kita memperoleh kecepatan shutter yg ideal.

Senin, 04 Mei 2015

Pasca Peringatan ke-60 KAA, Indonesia Harus Berperan Perkuat Kerjasama Selatan-Selatan

Image
Pergelaran untuk memperingati 60 tahun berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika telah usai digelar pada 25 April 2015 silam. Kini pasca usainya konferensi akbar tersebut, berbagai pihak mulai mempertanyakan sejauh mana dampak positif yang dihasilkan dari konferensi itu bagi negara-negara pesertanya. Ungkapan tersebut muncul karena adanya skeptisme yang menganggap peringatan 60 tahun KAA tidak lebih dari sekedar romantisme negara-negara Asia-Afrika untuk mengenang perjuangan para pemimpinnya di masa lalu.
Namun demikian jika dilihat dari sisi lainnya, peringatan 60th KAA sebenarnya dapat dianggap sebagai momen yang tepat untuk menegaskan kembali peran Indonesia dalam penguatan kerjasama Selatan-Selatan. Hal ini semakin relevan jika dikaitkan dengan proyeksi yang mengatakan bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi baru dunia pada tahun 2030.    
Demikian pendapat yang diutarakan oleh pengamat Hubungan Internasional UII, Irawan Jati, S.IP, M.Hum, MSS ketika berbincang dengan Humas UII di kantornya, Senin (4/5). Menurutnya, peringatan KAA dapat dipandang sebagai langkah baru untuk semakin membangun dan mengintensifkan kerjasama selatan-selatan yang selama ini kurang mendapat perhatian dari para penggagasnya. “Dalam Peringatan 60th KAA, New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) menjadi salah satu dokumen yang disepakati para peserta di mana di dalamnya terdapat pesan untuk mengintensifkan kerjasama di antara negara Asia dan Afrika yang notabene berada di kawasan bumi bagian Selatan”, ungkapnya.
Adapun yang dimaksud dengan kerjasama selatan-selatan adalah hubungan kerjasama yang merujuk pada negara-negara berkembang yang sebagian besar berada di belahan bumi bagian Selatan. Hal ini sebagai bentuk perimbangan dari kerjasama utara-utara yang terjalin di antara negara-negara maju yang pada umumnya terletak di belahan bumi bagian Utara.
“Yang saya amati selama ini, kerjasama selatan-selatan progresnya cenderung lambat dan sesama negara berkembang justru terkesan berjalan sendiri-sendiri. Kita juga tidak menutup fakta bahwa tidak sedikit negara selatan yang masih sangat tergantung dengan bantuan dari negara kaya dan lembaga donor internasional, seperti IMF”, terangnya.
Oleh karenanya, ia berpendapat penguatan kerjasama selatan-selatan perlu untuk terus didorong oleh negara-negara kunci peserta KAA, termasuk Indonesia agar mereka dapat membangun hubungan yang membuatnya mandiri. “Dampak positif penyelenggaraan KAA adalah negara-negara peserta KAA mulai memperhatikan kembali untuk menggarap peluang kerjasama tersebut. Indonesia jangan sampai tertinggal untuk mengambil inisiatif karena negara di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand ternyata sudah lebih dulu menggarap kerjasama dengan negara-negara Afrika”, tambahnya lagi.
Sedangkan terkait platform kerjasama yang dapat dimanfaatkan, Irawan Jati melihat model kerjasama trilateral dapat diadopsi oleh Indonesia. “Kerjasama model ini melibatkan dua negara dan satu lembaga atau institusi internasional, seperti UNESCO dan UNDP. Indonesia dapat berkoordinasi dengan lembaga internasional untuk menyalurkan bantuan atau kerjasama dengan negara Afrika”, pungkasnya.

Mahasiswa Teknik Lingkungan UII Menjadi Delegasi Dalam ACC/APF 2015 di Malaysia

Image
MALAYSIA – M. Machfudz Sa’idi, Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII Angkatan 2013 yang juga menjadi Ketua Divisi Research and Development di Komunitas Youth for Climate Change (YfCC) Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia yang mendapat Scholarship dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Kuala Lumpur untuk mengikuti ASEAN Civil Society Conference/ASEAN People’s Forum (ACSC/APF) 2015 yang berlangsung pada 21-24 April 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia.
ACSC/APF merupakan forum tahunan yang setara dengan pertemuan Kepala Negara ASEAN yang diselenggarakan di salah satu negara-negara anggota ASEAN. Pada ACSC/APF 2015 Malaysia ini dihadiri oleh 1400 peserta dari negara anggota ASEAN ditambah tamu dari USA dan Jerman. Pada tahun sebelumnya (2014) kegiatan ini dilaksanakan di Myanmar dengan jumlah peserta mencapai 3000 peserta. Peserta kegiatan ini berasal dari Organisasi Masyarakat Sipil, LSM/NGO, Komunitas dan Gerakan Rakyat Pinggiran yang memantau program dan kebijakan ASEAN. Dalam ACSC/APF ini, fokus kegiatannya yaitu untuk lebih memahami program-program ASEAN dari perspektif masyarakat sipil seperti hak asasi manusia, perdamaian, pembangunan, perdagangan, lingkungan, remaja, dan budaya, serta menjaring relasi dan mempelajari kondisi ASEAN saat ini sebagai langkah persiapan menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang.
Kegiatan ACSC/APF berlangsung selama 4 (empat) hari di Kuala Lumpur, dimana pada hari kedua para delegasi diberi kesempatan untuk mengikuti beberapa sesi workshop dan diskusi sesuai minatnya diantaranya Forum Wanita, Hak Anak, Forum Pemuda, Forum Anti Korupsi, Hak Asasi Manusia, Demokrasi, Pengembangan Organisasi, Pemerintahan, Keadilan, Hak Imigran, Hak Orang Pinggiran, Interfaith, Lingkungan, dan Climate Change. Hasil dari laporan workshop akan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada Sekretariat ASEAN dan perwakilan Pemerintah di Negara-negara ASEAN.
Pada sesi Workshop Environment Democracy Index (EDI) & Global Forest Watch (GFW) yang dilaksanakan di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), banyak pelajaran yang bisa diambil dan diaplikasikan di Indonesia. Seperti misalnya Malaysia yang sudah membuka ruang untuk menyusul Singapura dalam memperbaiki kualitas lingkungannya dengan peluncuran global EDI pada 20 Mei 2015. Dr. Sarah Tan (Tim Peneliti Universiti Malaya/Tim Proyek EDI) salah satu pembicara yang tergabung dalam The Access Initiave (TAI)-Malaysia, menerangkan sebuah metode baru dan alat yang memungkinkan pengguna untuk melacak kemajuan negara mereka dalam melindungi hak-hak publik atas informasi, partisipasi, dan keadilan dalam pengambilan keputusan/kebijakan lingkungan yang membentuk dasar dari demokrasi lingkungan.
Dari beberapa delegasi Indonesia yang menghadiri acara ACSC/APF, mahasiswa Teknik Lingkungan FTSP UII menjadi satu-satunya delegasi Indonesia yang tergabung dalam sesi workshop di bidang lingkungan. Harapan kedepannya, kegiatan seperti ini dapat dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa UII sehingga dapat membuka wawasan tentang program di ASEAN dan belajar dari pengalaman negara tetangga dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

review oppo

Font camera 5 MP beautify, capture the most perfec side of you
menggunakan kamera terbaru beautify yang menghasilkan foto definisi tinggi dan paling unggul. Menangkap gambar menjadi lebih luas, sudut lensa dengan perbandingan ideal, dan bentuk objek tetap alami.

Pada kamera depan juga tidak kala hebatnya, dilengkapi dengan IR Blue glass filter yang juga menghasilkan resolusi detail yang tinggi dan juga didukung perhitungan software profesional membuat kamera depan memotret sisi terbaik di malam hari. wow, kamera yang sangat bagus di malam hari saja bisa menghasilkan gambar yang sempurna, apalagi di pagi hari pasti hasilnya lebih memuaskan.

New PI technology, the real natural color of the dark
Menggunakan teknologi terbaru pure image, menambahkan perhitungan optimasi hasil potret di malam hari, efektif mengurangi noise sehingga hasil gambar jelas dan jernih.


Teknologi PI merupakan teknik mengelola grafis khas OPPO, yang menggunakan chip grafis prosesor tersendiri dan di kombinasikan dengan kalkulasi terbaru "3A". Teknologi ini menghasilkan auto white blance (AWB) yang lebih alami, auto fokus lebih akurat, dan auto exposure yang lebih otomatis.

Dilihat dari segi kamera smartphone OPPO R1 telah memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan yang lainnya, dilengkapi dengan teknologi terbaru pastinya membuat pengguna OPPO R1 menjadi lebih dimanjakan. Selanjutnya kita beralih pada desain body pada OPPO smartphone R1.

Gelar TEDx Perdana, UII Komunikasikan Harapan kepada Masyarakat

Memberikan semangat dan menumbuhkan potensi-potensi lokal yang ada di masyarakat adalah hal yang saat ini tengah diupayakan untuk membuat masyarakat semakin maju dan berkembang. Peran inilah yang diharapkan diambil oleh perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang kaya dengan insan akademis yang unggul dan peduli. Sebab pada dasarnya masyarakat membutuhkan motivasi untuk bangkit dan optimis dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang semakin kompleks, baik dalam bidang ekonomi, hukum, maupun budaya. Masyarakat yang bersikap optimis dan sadar akan potensi yang dimilikinya, diharapkan dapat menghimpun hal itu guna memajukan komunitas mereka sendiri.
Isu inilah yang ingin diangkat oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dalam penyelenggaraan event TEDx yang berlangsung pada Sabtu (2/5) di Gedung Prof. Dr. Sardjito, kampus terpadu UII. UII kembali menggelar event setaraf internasional yang menghadirkan para pembicara yang dinilai telah berperan dalam mengkomunikasikan harapan kepada masyarakat.
Disampaikan oleh Direktur Humas UII, Karina Utami Dewi, S.IP., MA bahwa TEDx UII adalah bagian dari sebuah komunitas internasional yang tersebar di berbagai negara dan kota-kota di seluruh penjuru dunia yang bertujuan menyebarkan ide-ide baru yang positif kepada komunitas, organisasi, maupun individu-individu melalui event-event yang diselenggarakan TEDx.
“TEDx UII memberi kesempatan kepada individu-individu yang memiliki pengalaman menggerakkan sebuah komunitas untuk menyampaikan ide dan gagasan terbaiknya. Harapannya hal ini dapat berdampak semakin meluas dan berpengaruh positif pada penyebaran ide positif ke komunitas lain yang lebih luas”, ungkapnya.
Senada Direktur Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni UII, Hangga Fathana, S.IP., MA juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan event perdana ini merupakan upaya UII untuk turut menggerakkan perubahan positif dalam masyarakat lewat penyampaian ide-ide yang kreatif. “Setidaknya kami menghadirkan sembilan pembicara dari berbagai latar belakang untuk tampil menyampaikan idenya selama kurang lebih 15 menit”, ujarnya.
Wakil Rektor I UII, Dr.-Ing. Ilya Maharika, MA menyambut baik inisiasi gelaran TEDx UII perdana ini. Ia mengatakan, ”Peran universitas memang bukan sekedar menghasilkan lulusan, namun juga menjadi embrio pembawa harapan dan pesan keteladanan yang dapat direplikasi oleh masyarakat. Semoga pesan dan ide para pembicara dapat mewakili peran itu”, tegasnya.
Pembicara yang Membawa Pesan Harapan
ImageAdapun para pembicara yang hadir pada TEDx UII kali ini, antara lain Dr. Yulianto Prihatmaji (Kepala Pusat Penelitian Sains dan Teknologi DPPM UII) yang menyampaikan tentang program Sekolah Lurah sebagai upaya membina aparatur desa untuk dapat mengelola dana desa. Alan Dwi Prasetyo, mahasiswa FTI UII, salah seorang anggota tim aplikasi "celengan limbah", pemenang olimpiade sains nasional.
Dr. Is Fatimah, Ketua Prodi Ilmu Kimia UII, satu-satunya ilmuwan dari Indonesia penerima hibah penelitian The World Academy of Sciences (TWAS) yang menyampaikan tentang prinsip green chemistry sebagai upaya mengoptimalkan sumber daya alam asli Indonesia. Denny Neilment, alumni FE UII sekaligus owner Kedai Kopi yang menyampaikan tentang perannya  menggugah kembali motivasi masyarakat penanam kopi di Lereng Merapi pasca dihantam erupsi. Dr. Wiryono Raharjo, Direktur International Program UII yang berbicara tentang keamanan hak bermukim dari sudut pandang kualitas arsitektur permukiman informal.
Selanjutnya, Lutfi Zanwar, mahasiswa FE UII sekaligus relawan sosial yang menyampaikan tentang penyediaan pojok baca buku-buku untuk mengajak mahasiswa gemar membaca. Dr. Widodo Brontowiyono, Dekan FTSP UII, yang berbicara tentang peran komunitas peduli sungai dalam menjaga kelestarian alam. Hijrah Purnama, dosen Teknik Lingkungan UII yang menyampaikan tentang upaya menggerakkan socialpreneur lewat pengelolaan sampah menjadi barang bernilai jual. Serta Meika Hazim, alumni FE UII dan juga pengusaha wanita yang membicarakan tentang pendidikan bisnis bagi kaum ibu dalam organisasi agar mereka dapat membangun bisnis secara mandiri.

Senin, 06 April 2015

Tips Foto Bokeh Fotografi DSLR

Salah satu perbedaan utama antara indera mata dan lensa kamera anda adalah bahwa mata memiliki depth of field (DOF) hampir tanpa batas sementara lensa terbatas, ini membawa konsekuensi bahwa bidang fokus lensa tidaklah seluas mata. Dan fotografer terdahulu telah memutuskan untuk justru memanfaatkan kelemahan ini menjadi senjata. Lahirlah apa yang kemudian disebut bokeh.
Bokeh aslinya adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti ‘menjadi kabur’, jadi foto bokeh adalah karakteristik foto yang menonjolkan sebuah oyek utama yang fokusnya sangat tajam sementara latar belakang (dan atau depan) yang sangat kabur, atau dalam bahasa Inggris selective focusing. Dalam contoh foto cantik diatas (karya Sektor Dua), obyek utama muka model amatlah tajam, namun latarbelakang pintu menjadi tampak amat kabur (blur). Nah, sifat kabur inilah yang disebut bokeh. Bagaimana caranya supaya kita bisa menghasilkan foto bokeh yang seperti ini. Berikut yang bisa anda lakukan:

1. Pilih mode manual atau Aperture Priority – baca lebih jauh tentang mode operasi kamera disini
2. Pilih setting aperture sebesar mungkin.
Lihat tulisan f/x di lensa anda, semakin kecil x, semakin besar aperture dan semakin sempit bidang fokusnya
3. Pikirkan tentang faktor jarak, yakni jarak didepan dan dibelakang bidang obyek.
Misalnya anda berdiri 1 meter didepan teman (jarak depan = 1 meter) dan anda menjatuhkan titik fokus lensa pada mukanya. Teman anda berdiri sekitar 10 meter dari background terdekat (jarak belakang = 10 meter), maka background ini akan terlihat sangat kabur. Intinya, semakin kecil jarak depan (jarak antara lensa dan obyek) dan semakin besar jarak belakang (jarak antara obyek dan background) semakin kabur backgorund anda.
4. Banyak berlatih dan usahakan anda membeli lensa dengan kemampuan aperture sebesar mungkin.
Tip: Jika anda memang menyukai bokeh, lensa non-zoom dengan aperture super besar adalah cara tercepat mendapat bokeh (misal: 85mm f/1.8 & 50mm f/1.8, dua lensa ini adalah lensa super cepat dan super murah juga penghasil bokeh yang luar biasa)

Tips Foto Panning dalam Fotografi DSLR

  1. Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
  2. Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
  3. Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
  4. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
  5. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
  6. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
  7. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
  8. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!

Teknik Foto Bulb Fotografi kamera DSLR


Teknik Pengambilan Foto Bulb:
* Shutter Speed rendah –>lebih dari 3 detik (agar didapat efek pergerakan dari benda yang di foto )
* Diafragma Kecil –>11-22 (Untuk mendapatkan ruang tajam keseluruhan gambar lebih luas dan memungkinkan shutter speed lebih lambat)
* ISO/ASA serendah mungkin –>Menggunakan Tripod & kabel release (bila ada) –> untuk mengurangi guncangan agar gambar yang dihasilkan tidak berbayang.
* MemFokuskan object –>foto bulb tidak hanya sekedar foto landscape(pemandangan/view) saja.melaikan dapat juga ditentukan sebuah objek foto dengan Foreground atau background efek cahaya bergerak (Moving Lights)
* Metering Objek–>dimaksudkan agar objek yang difoto dapat tergambar dengan pencahayaan yang cukup jelas, kecuali jika sang fotografer mempunyai maksud lain dengan men-Set metering objek Under atau Over expos.

Teknik DOF Fotografi

Jarak fokus utama dari kamera
  • Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak objek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan objek sebesar 3x (lebih jauh - dengan menggeser kamera mundur dari posisi semula) maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebar semula.
Bukaan diafragma
  • Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan diafragma. Contoh: jika diafragma dinaikkan 2 stop dari f/8 ke f/16, maka lebar ruang tajam akan menjadi 2x lebar semula.
Panjang fokus lensa yang digunakan
  • Lebar ruang tajam berbanding terbalik dari kuadrat panjang fokus. Dengan kata lain, lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebar semula jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm (panjang fokus lensa setengah dari semula).

Semakin lebar sudut lensa maka semakin luas daerah ruang tajamnya. Ini artinya, ketika kamera di-zoom out, objek yang kita shoot akan semakin leluasa untuk bergerak maju ataupun mundur dalam jarak tertentu dari kamera dan masih terlihat tajam/fokus. Ruang tajam yang sempit dalam pengambilan gambar telephoto, disebut juga DoF sempit, sedangkan ruang tajam yang luas dalam pengambilan gambar wide disebut juga DoF luas.
Semakin membuka diafragma, semakin sempit daerah ruang tajamnya. Ini berarti, mengatur fokus dalam situasi pencahayaan yang kurang akan lebih problematis dikarenakan diafragma harus membuka lebar dan objek tidak akan leluasa untuk bergerak mendekat atau menjauh dari kamera karena akan keluar dari fokus (out of focus).
Kombinasi antara telephoto (zoom in all the way) dan diafragma yang membuka lebar, akan mengakibatkan ruang tajam yang sempit. Satu contoh, saat pengambilan gambar telephoto (tight shot) seorang penyanyi yang melakukan konser pada malam hari dengan pencahayaan yang minim, kita harus berhati-hati dalam mengatur fokus, karena sedikit saja penyanyi tersebut bergerak mendekat atau menjauh dari kamera, maka dia akan mudah untuk keluar dari fokus.

Minggu, 05 April 2015

LEM FTI UII Selenggarakan Seminar dan Diskusi Kelembagaan

Image
Lembaga kemahasiswaan pada sebuah perguruan tinggi memegang peran yang sangat penting dalam rangka mengembangkan kemampuan mahasiswa terutama dalam hal berorganisasi. Ikut terlibat dalam organisasi ataupun lembaga mahasiswa bisa menjadi ajang melatih diri dalam bersosialisasi dengan orang lain, dari berorganisasi diajarkan bagaimana caranya bekerja sama dengan baik, bagaimana mengatur sebuah kelompok dengan baik, dan bagaimana menempatkan diri pada sebuah kelompok tersebut.
Sebagai sebuah lembaga di Universitas Islam Indonesia (UII), hari ini (4/4) Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (LEM FTI) menyelenggarakan acara Seminar dan Diskusi Kelembagaan dengan tujuan untuk mengembalikan esensi kelembagaan seperti yang semestinya. Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari lembaga seluruh fakultas di UII ini mengambil tempat di Auditorium Lantai 2 Gedung Moh Hatta Perpustakaan Pusat UII.
Semangat untuk mengembalikan esensi kelembagaan menjadi seperti yang semestinya menjadi tema besar penyelenggaran seminar kali ini, Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc selaku pemateri menyinggung hal tersebut dengan tambahan penjelasan terkait dengan sejarah awal kelembagaan di Indonesia sampai dengan saat ini. “Sejarah kelembagaan atau organisasi di Indonesia secara resmi diawali berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908”, ungkapnya.
Lebih jauh pihaknya juga menjelaskan terkait dengan peran utama organisasi mahasiswa secara umum, yaitu sebagai agent of change, social control, dan iron stock.

Tingkatkan Implementasi Kerjasama, University of Rhode Island Kembali Kunjungi UII

Image
Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Islam Indonesia (UII) dan University of Rhode Island (URI) yang telah ditandatangani pada Desember 2013 lalu nampaknya telah menelurkan berbagai macam implementasi kegiatan. Mulai dari kunjungan yang hanya bersifat pembahasan santai, pengiriman delegasi masing-masing universitas, sampai dengan pelaksanaan seminar internasional. Yang terbaru adalah pelaksanaan seminar internasional ICSBE (International Conference on Sustainable Build Environment) pada Oktober 2014.
Dalam rangka semakin meningkatkan intensitas kerjasama antara kedua universitas tersebut, delegasi dari URI yang dipimpin oleh Dr. David M. Dooley selaku President of URI hari ini (5/4) berkunjung ke UII didampingi oleh empat orang staf nya. Masing-masing adalah Dr. Jhon Kirby selaku Dekan Collage of Environtment and Life Sciences, Dr. Paul Larrat selaku Dekan of Collage of Pharmacy, Mrs. Nancy Stricklin selaku Assistant to the Provost for Internzational Strategy, dan Dr. David Rowly Professor of Pharmacy, serta Mr. Brook W.Ross yang mewakili Indonesia Representatif.
Delegasi dari URI disambut dalam sebuah diskusi kecil bertempat di Ruang Sidang VIP Lantai 3 Rektorat UII Gedung GBPH Prabuningrat. Turut menyambut Rektor UII Dr. Ir. Harsoy, M.Sc., Wakil Rekor I Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., Wakil Rektor III Dr. Abdul Jamil, SH., MH., Dekan Fakultas Teknik sipil dan Perencanaan (FTSP) Dr. Ing. Ir. Widodo, M.Sc., Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Drs. Alwar, M.Sc., Ph.D., Direktur Program Internasional Ir. Wiryono Rahardjo, M.Arch., Ph.D., dan Direktur Direktorat Pemasaran, Kerjasama dan Alumni (DPKA) Hangga Fathana, SIP., B.Int.St., MA., serta beberapa Kaprodi dari FTSP dan FMIPA UII.
Disampaikan oleh Harsoyo bahwa kunjungan kali ini diharapkan mampu membawa manfaat yang besar bagi perkembangan kedua universitas, selain itu juga untuk lebih mempererat kerjasama yang selama ini sudah terjalin.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas terkait dengan kemungkinan kerjasama lain yang bisa dilakukan antara UII dan URI, diantaranya adalah dalam pengembangan ekonomi dan bisnis, farmasi, kesehatan umum, bahkan ada ketertarikan dari URI mengenai pembelajaran hukum Islam. “Melalui kerjasama yang baik ini, Kami percaya bahwa masih banyak hal yang bisa dikembangkan di masa mendatang”, tambah David M. Dooley

Kamis, 05 Maret 2015

Komponen Multimedia



  • Menurut James A. Senn, multimedia terbagi dalam beberapa element-element multimedia, seperti yang rerlihat dalam gambar dibawah ini :

 
  • Teks
      • Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa. Kebutuhan teks bergantung kepada penggunaan aplikasi multimedia.
  • Image (grafik)
      • Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas menyajikan data yang kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Gambar juga dapat berfungsi sebagai ikon, yang bila dipadukan dengan teks, merupakan opsi yang bisa dipilih.

  • Bunyi (audio)
      • PC multimedia tanpa bunyi hanya disebut unimedia, bukan multimedia. Bunyi dapat ditambahkan dalam multimedia melalui suara, musik dan efek-efek suara. Seperti halnya grafis, dapat membeli ataupun menciptakan sendiri.

  • Video
      • Video menyediakan sumberdaya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia.

  • Animasi
      • Dalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layer.
  • Virtual Reality
      • Virtual reality merupakan penggunaan multimedia untuk penerapan secara langsung.

  • NTSC System
  • NTSC (National Television System Committee) merupakan sistem milik Amerika Serikat dengan lebar layar 525 baris,  digunakan di negara Kanada, Greenland, Mexico, Kuba, Jepang, Philipina, Puerto Rico dan beberapa negara di Amerika Selatan.
  • Resolution :     NTSC              640 X 480
      • NTSC DV       720 X 480
      • NTSC WideScreen  720 X 480
      • NTSC D1        720 X 486
      • NTSC Square Pix   720 X 540
  • Frame Rate      : 30 fps

  • PAL dan SECAM System
  • Banyak negara yang menggunakan kedua sistem ini yakni PAL (Phase Alternating Line) atau SECAM (Sequential Color and Memory). Kedua sistem ini memiliki lebar layar 625 baris
  • Resolution       : PAL D1/DV                                     : 720 X 576
      • PAL D1/DV Square Pix         : 768 X 576
      • PAL D1/DV   WideScreen     : 720 X 576
  • Frame Rate      : 25 fps


  • HDTV
  • HDTV (High Definition Television) adalah standar internasional baru untuk dunia televisi. HDTV dapat digunakan dalam 1.125 baris.
  • Resolution  1280 X 720
  • Frame Rate 29.9 Fps

  • Software Multimedia
  • Viewing: Untuk melihat hasil pemgolahan multimedia (Winamp, power DVD)
  • Capturing : Untuk mendapatkan hasil rekaman yang didapat melalui device multimedia. (software scanner, capture, camdig)
  • Editing              : Untuk mengolah bahan multimedia menjadi senuah sajian (adobe)
  • Authoring : Software Multimedia untuk keperluan interaktif (director, flash).

Rabu, 04 Maret 2015

Pengertian multimedia




Multi-banyak, Media-sarana berkomunikasi untuk melewatkan informasi.
Suatu sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan alat – alat lain seperti televisi, monitor video dan sistem piringan optik atau sistem stereo yang dimaksudkan untuk menghasilkan penyajian audio visual yang utuh.


Beberapa pakar mengartikan multimedia sebagai berikut :
Multimedia secara umum merupakan kombinasi 3 element yaitu suara,gambar dan teks (Mc Cormick,1996)
Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit 2 media input atau output dari data,media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik, dan gambar (Turban dkk, 2002)
Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan prestasi yang dinamis dan intraktif yang mengkombinasikan teks grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001)
Multimedia adalah pemanfaatan computer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berintraksi, berkreasi dan berkomunikasi (Hofstetter, 2001)


“ Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi “

Sejarah Multimedia

  • Istilah multimedia berawal dari teater, bukan computer. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium seringkali disebut pertunjukan multimedia.
  • Sistem multimedia dimulai pada akhir 1980-an dengan diperkenalkannya Hypercard oleh Apple pada tahun 1987 dan pengumuman oleh IBM pada tahun 1989 mengenai perangkat lunak audio visual connection(AVC) dan video adhapter card ps/2
  • Pada tahun 1994 diperkerkirakan ada lebih dari 700 produk dan sistem multimedia dipasaran.
  • Multimedia memungkinkan pemakai komputer untuk mendapatkan output dalam bentuk yang jauh lebih kaya dari pada media table dan grafik konvensional. pemakai dapat melihat gambar tiga dimensi, foto, video bergerak atau animasi dan mendengar suara stereo, perekaman suara atau alat musik.
  • Beberapa sistem multimedia bersifat interaktif, memungkinkan pemakai memilih output dengan mouse atau kemampuan layar sentuh untuk mendapatkan dan menjalankan aplikasi itu.

Tips Merawat Lensa Kamera

Lensa adalah salah satu komponen paling penting pada kamera apapun. Ia berdiri di garis depan pada proses fotografi, fokus dan rendering cahaya ditangkap untuk film atau sensor. Kondisinya, menitikberatkan kualitas akhir dari setiap foto. Lensa kamerasangat rapuh, dan secara langsung terkena ke dunia luar setiap kali digunakan. Perawatan yang tepat harus diambil untuk menjaga lensa tetap bersih dan dalam kondisi kerja yang baik. Berikut adalah beberapa tips merawat dan memelihara lensa kamera anda.
Satu elemen penting dari merawat lensa adalah membersihkannya secara teratur. Kotoran, debu, dan minyak pasti akan menumpuk pada lensa anda, dan penting untuk menghilangkan zat-zat ini untuk menjaga integritas dari kualitas gambar kamera anda.
Debu dan polusi cahaya lain seperti serbuk dapat dengan cepat dan mudah dihilangkan dari lensa dengan kain microfiber. Ini sangat penting, hanya gunakan kain khusus untuk membersihkan lensa kamera, karena setiap bahan tidak dapat digunakan untuk membersihkan lensa, bahan tertentu dapat merusak permukaan lensa Anda. Cukup mengusap permukaan lensa dari pusat keluar.
Untuk kotoran yang lebih tangguh atau lumpur, yang terbaik adalah menggunakan bahan pembersih khusus lensa. Jangan gunakan pembersih yang dirancang untuk kaca biasa, karena dapat merusak permukaan lensa. Pembersih apapun akan menerapkan lapisan pelindung. Filter juga bisa digunakan untuk menjaga permukaan lensa agar tetap bersih, memperpanjang masa pakai dari kedua lapisan dan lensa itu sendiri.
Goresan, sayangnya, tidak mungkin untuk diperbaiki tanpa pelatihan dan peralatan khusus. Sebagai pemilik kamera, hal terbaik pertama yang dapat anda lakukan adalah untuk mencegah goresan pada lensa kamera anda. Setiap kali tidak digunakan, pastikan bahwa penutupnya ditempelkan, dan disimpan dengan aman. Untuk melindungi lensa dari goresan ketika sedang digunakan, anda dapat menggunakan filter. Pastikan bahwa filter yang digunakan memiliki kualitas baik.
Air dapat menimbulkan kerusakan pada komponen listrik internal yang ada di dalam lensa. Air juga dapat meresap ke dalam melalui lensa internal yang lebih kecil, di mana akan mengering dan meninggalkan noda yang akan berdampak pada kinerja lensa. Pastikan untuk menjaga lensa anda dalam kotak jika tidak digunakan, bahkan suhu yang relatif dingin atau lembab dapat menyebabkan pengembunan menumpuk di dalam lensa. Juga penting untuk diingat agar menggunakan tudung hujan atau rain hood jika Anda berencana untuk memotret saat hujan. Jika lensa Anda terkena air, Anda harus membungkusnya dengan kain berdaya serap tinggi dan menyimpannya dengan posisi mount atau ujung yang menempel pada kamera menghadap ke bawah. Bawalah lensa ke tempat service kamera profesional sesegera mungkin untuk dibersihkan.

Pencahayaan dalam fotografi

  • Pencahayaan Alami
Ini sering digunakan ketika di luar rumah atau dekat jendela besar. Tidak ada cahaya yang lebih bagus atau memungkinkan untuk gambar yang lebih baik dari pencahayaan alami. Waktu terbaik untuk mengambil keuntungan dari pencahayaan alami adalah pada siang hari, kecuali pada tengah hari ketika matahari sangat terik. Pastikan Anda tidak berada dalam area bayangan, dimana bayangan akan mempengaruhi kualitas gambar.

  • Lampu LED
Banyak lampu dirancang sebagai lampu kerja. Namun, ketika pemotretan dalam ruangan, lampu ini terbukti dapat bermanfaat. Beberapa lampu tidak menggunakan listrik tetapi daya baterai. Yang lainnya dapat di charge. Manfaatnya adalah lampu ini sangat terang dan dengan latar belakang putih, sangat memungkinkan untuk pencahayaan yang sempurna. Cahaya lampu bisa bersinar ke samping untuk menciptakan sedikit sinar ambient jika itu adalah efek yang diinginkan.

  • Flash
Kadang-kadang ada saat di mana mencari pencahayaan yang tepat tidak terbukti efektif. Dalam hal ini, sebuah flash kamera adalah sumber pencahayaan terbaik. Namun, dapat sedikit menyulitkan memotret dengan flash. Bahkan, fotografer profesional pun sering berjuang dengan pengaturan lampu flash. Jika Anda harus memilih untuk mengandalkan lampu flash, pastikan Anda menjadi terbiasa dengan flash dan pengaturannya sebelum pemotretan.
Memilih jenis pencahayaan tergantung di mana Anda berencana untuk mengambil gambar. Pemotretan dalam ruangan cenderung menggunakan kombinasi dari lampu LED, lampu spot dan flash kamera adalah merupakan sumber umum yang digunakan untuk pemotretan model atau produk yang terjadi di dalam ruangan.
Lampu kerja yang khas seperti lampu kerja portabel dapat menjadi suatu pilihan dengan harga lumayan murah. Mencoba semua jenis pencahayaan berbeda yang tersedia untuk kebutuhan khusus Anda. Hanya dengan sedikit latihan dan pengalaman, Anda dapat mengukur suatu jenis pencahayaan pada fotografi yang dibutuhkan dalam berbagai situasi.

Tips Foto Air Terjun

  1. Lighting atau pencahayaan: Pencahayaan terbaik adalah pada saat mendung, dan itu berlaku pada beberapa bidang fotografi outdoor yang lain, terutama pada saat hujan atau setelah hujan. Awan mendung sangat diperlukan sebagai difuser cahaya matahari agar kita mendapatkan shutter speed yang relatif lambat.
  2. Shutter Speed: Sobat membutuhkan jepretan dengan shutter speed sekitar 1 atau 1.6 detik agar mendapatkan foto air terjun yang blur dan halus seperti kapas. Untuk mendapatkan kecepatan shutter tersebut Sobat butuh untuk menggunakan aperture sekitaran f/16 atau bahkan lebih kecil. Sobat akan mendapatkan Depth of Field yang lebar, dimana semua frame akan terfokus. Jika cahaya pada saat pemotretan terlampau terang sehingga sulit untuk mendapatkan shutter 1 atau 1.6 detik, maca tidak ada salahnya mencoba menggunakan filter Neutral Density (ND).
  3. Filter ND: Filter neutral bisa dikatakan merupakan perangkat fotografi wajib ketika memotret air terjun. Penempatan filter ND di permukaan lensa akan mengurangi intensitas atau jumlah cahaya, yang berarti juga mengurangi shutter speed agar mengakomodasi pengurangan cahaya, tentu tanpa merubah warna subyek.
  4. Tripod dan Remote Shutter Release: Penggunaan tripod yang kokoh rasanya wajib digunakan ketika memotret menggunakan kecepatan shutter di kisaran 1 atau 1.6 detik. Remote shutter release juga bisa digunakan sebagai perangkat tambahan pada kecepatan tersebut. Penggunaan shutter remote release mampu mengeliminasi setiap getaran pada kamera ketika jari kalian menekan tombol shutter. Remote release tersedia bagi banyak merk atau model kamera, dan pastinya memiliki dampak yang besar bagi terciptanya gambar yang tajam. 
  5. Self-Timer Kamera: Penggunaan fitur self-timer pada kamera kalian akan memberikan dampak yang sama dengan penggunaan shutter remote release. Ketika fitur ini diaktifkan maka kamera tidak akan mengekspose file atau sensor gambar sampai waktu yang kita tentukan, biasanya beberapa detik. Coba atur self-timer ke 5 detik, rentang waktu tersebut cukup untuk menghentikan getaran pada kamera.

Tips Foto Panning Menggunakan DSLR

Salah satu teknik yang menarik dalam fotografi adalah “Panning”. Banyak fotografer pemula mungkin bertanya-tanya apa itu panning? Panning sangat sederhana, hanya mengatur kecepatan rana, aperture, memegang kamera anda dan ikuti subjek bergerak. Tebak apa yang akan anda dapatkan? Sebuah subjek yang tajam dengan latar belakang blur. Tentu saja, anda mungkin berpikir dan mengatakan ini sangat mudah, tapi bagi pemula teknik ini lumayan sulit.
Berikut adalah beberapa tips tentang cara menguasai teknik panning dan menemukan kesenangan dari menggunakannya.
  • Shutter speed lebih lambat
Mengatur shutter speed lebih lambat dari kecepatan normal, tapi ingat, bukan yang paling lambat karena anda akan berakhir dengan kamera yang bergoyang. Misalnya, untuk mengambil gambar mobil yang bergerak, anda dapat mencoba kecepatan 1/60 dan kedua bermain-mainlah sampai mendapatkan gambar terbaik. Mulailah dengan 1/30 detik untuk subjek bergerak seperti orang yang sedang berjalan atau bersepeda. Lebih cepat shutter speed, background nya akan lebih jelas, gerakan akan sangat berkurang.
  • Autofokus
Aktifkan fungsi auto fokus kamera, tekan setengah tombol shutter untuk mengunci, bidik dan ikuti subjek bergerak. Biarkan panning berlanjut setelah tombol shutter sepenuhnya ditekan, sehingga motion blur yang halus dapat dicapai dari awal sampai akhir gambar.
  • Pilih lokasi yang tepat
Pilih lokasi yang tepat untuk teknik panning ini. karena ini memainkan peran penting dalam mendapatkan gambar terbaik. Tempat tersebut harus aman dan tanpa hambatan untuk panning. Anda juga dapat menggunakan lensa tele 85mm untuk menjaga jarak tertentu saat pemotretan. Hindari background yang berantakan atau terlalu terang dalam warna, karena ini akan membuat subjek anda kurang menarik.
  • Sejajar dengan subjek
Posisi kamera harus sejajar dengan subjek yang akan anda potret. Hal ini membantu dalam hal fokus untuk memperoleh subjek yang jelas dalam gambar.
  • Berikan ruang yang cukup untuk subjek
Faktor penting lain yang harus anda pertimbangkan adalah memberikan lebih banyak ruang untuk subjek. Tidak cukup ruang untuk subjek akan memberikan kendala tertentu.
Cobalah untuk menggunakan monopod atau tripod selama sesi pemotretan untuk menghindari subjek buram atau kurang fokus pada hasil gambar.
  • Latihan membuat sempurna

Sekarang, ambillah kamera, pergi ke jalan dan mulai berlatih panning. Setelah mencoba beberapa kali, anda harus dapat menguasai teknik ini dan mendapatkan gambar yang fantastis. Kadang, blur sedikit bisa menambah perasaan gerak pada subjek

Foto Pola Asap

Teknik :
  • Persiapan Tempat
Sebuah ruangan yang cukup besar yang bebas dari hembusan angin adalah tempat yang sempurna untuk  fotografi asap ini. Arus udara yang sedikit membantu menghindari asap terganggu, sementara ruang yang besar akan lebih nyaman karena asap tidak akan terlalu pekat.
  • Persiapan Kamera
Pasang kamera pada tripod, kira-kira pada ketinggian yang tepat, di posisi yang benar dalam kaitannya dengan background. Ketinggian akan berubah sedikit demi sedikit karena dupa yang terbakar akan semakin memendek.

Untuk memotret asap, anda perlu menggunakan background hitam dan pastikan tidak ada cahaya flashgun yang tumpah ke atasnya atau ke depan lensa. Untuk melakukan ini, tempatkan flashgun di samping kanan atau kiri anda.

Anda harus menyesuaikan flashgun dengan kamera. Bagaimana melakukannya tergantung pada kamera serta  flashgun apa yang anda miliki. Pilihan lain adalah dengan menggunakan ruang yang benar-benar gelap, gunakan shutter speed yang panjang dan secara manual menyalakan flash saat shutter terbuka.

Membuat Asap
Setelah siap menyalakan dupa. Anda akan memiliki banyak waktu, jangan terburu-buru, tapi periksalah bahwa cahaya jatuh dengan tepat di atas ujung dupa dan kekuatan cahaya lampu kilat yang tepat.


Pengaturan Kamera
Aturlah kamera anda ke fokus manual, pilih ISO rendah (100 atau 200) dan mulailah dengan aperture pertengahan (f / 8) pastikan lensa diatur ke nilai yang sama dengan flashgun jika menggunakan mode auto aperture . Bahkan flashgun bertenaga rendah akan memberikan f / 8 atau lebih, karena flash ke jarak subjek cukup dekat. Shutter speed antara 1/125 atau 1/200.


Memotret Pola Asap
Tidak ada cara yang benar atau salah dalam memotret asap. Anda hanya perlu mencari pola yang menarik dan teruslah mengambil gambar sampai menemukan gambar yang benar-benar bagus.

Pastikan bagian terang dari asap berwarna putih, tetapi jangan terlalu sehingga overexposure. Jangan juga underexposure karena asap tidak akan terlihat. Anda bisa meniup dengan lembut atau menahan asap untuk mengubah menjadi menjadi sesuatu yang lebih menarik, bisa juga menggunakan benda seperti sendok dapat membantu mengarahkan asap dan mengubah bentuknya.
Anda akan menemukan asap terus berubah dan kadang-kadang anda akan mendapatkan garis lurus, lalu mendapatkan pola yang bagus. bersiaplah untuk mengambil gambar, jangan sampai anda melewatkan pola yang bagus. Selamat ber-experimen.

Tips Foto Landscape Untuk Pemula

1. Carilah waktu yang tepat dan meluangkan waktu Anda
Ini merupakan suatu seni fotografi yang harus sabar, mengetahui waktu yang tepat untuk lokasi tertentu maka akan mendapatkan hasil foto yang luar biasa. Waktu dan usaha akan selalu menghasilkan pemotretan yang lebih menonjol dari orang lain. Pengetahuan tentang lokasi akan menambah kemungkinan gambar hebat yang diciptakan. Waktu terbaik untuk pengambilan gambar landscape adalah pagi dan sore hari ketika cahaya berwarna keemasan, matahari berada rendah di langit dan bayang-bayang yang panjang.
 2. Komposisi
Komposisi merupakan hal dasar dalam dunia fotografi. Membagi gambar menjadi tiga pertiga horisontal. Latar belakang, latar depan dan tengah. Selalu menempatkan horizon di sepanjang salah satu dari garis-garis yang terbagi ini. Gunakan jalan berliku atau pagar untuk memimpin mata ke titik fokus. Gunakan warna untuk membagi gambar di sekitar baris ketiga.

3. Gunakan kedua format
Sebagian besar fotografi landscape menggunakan format horizontal atau lebih dikenal dengan format landscape. Tapi, menggunakan format vertikal atau portrait juga dapat menghasilkan beberapa gambar yang menakjubkan. Format landscape mungkin tidak selalu menjadi format terbaik untuk pengambilan gambar.

4. Memotret di segala kondisi cuaca
Kebanyakan dari kita berpikir bahwa fotografi landscape terbaik hanya dapat dilakukan pada hari yang cerah. Salah! Kadang-kadang, gambar paling dramatis diambil dalam kondisi cuaca yang dramatis. Langit yang gelap menghasilkan gambar hebat dengan kontras tinggi. Badai dengan kecepatan angin tinggi dan kondisi hujan yang deras akan mengejutkan Anda dengan gambar yang dihasilkan. Jangan tertipu oleh kondisi, dan ingatlah, untuk selalu melindungi peralatan Anda.

5. Memahami Depth of Field
Gambar landscape yang baik biasanya dengan  fokus yang tajam dari latar depan sampai ke latar belakang. Tapi, cobalah untuk bereksperimen dengan depth of field atau ketajaman bidang. Depth of field adalah daerah fokus di depan subjek dan belakangnya. Berapa banyak yang ada di fokus disebut dengan istilah depth of field. Sebuah depth of field berarti ada fokus yang tajam dari bagian depan sampai ke latar belakang.

6. Gunakan sudut lebar dan lensa tele
Lensa landscape klasik adalah sebuah lensa wide angle atau sudut lebar, memungkinkan pemandangan lebih luas agar berada dalam gambar. Tidak ada yang mengalahkan lensa wide angle untuk membuat gambar pemandangan yang benar-benar dramatis. Tapi, kadang-kadang Anda ingin memotong gambar pemandangan tersebut, dan lensa tele dapat membantu memotong bagian dari pemandangan tersebut sehingga dapat menghasilkan gambar yang luar biasa.
Fotografi landscape adalah sebuah bentuk seni yang telah dipraktekkan selama beberapa generasi dan membutuhkan waktu agar bisa sempurna. Luangkan waktu Anda untuk membuat bentuk fotografi Anda sendiri. Hasilnya bisa luar biasa dan rasa kepuasan tersendiri.