Derajat
kesehatan masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah dibandingkan
dengan negara-negara lain, termasuk negara-neraga di ASEAN. Salah satu faktor
yang menyebabkan hal tersebut adalah masih lemahnya sistem dan pelayanan
kesehatan di tingkat primer maupun sekunder.
Dalam
upaya mengatasi masalah tersebut, pemerintah kemudian menetapkan kebijakan
terkait dengan profesi Dokter Layanan Primer (DLP), dalam dunia kedokteran
setara dengan Dokter Spesialis. Proses penyelenggaraan DLP ini terbilang sangat
ketat, karena tidak semua dokter bisa menjadi DLP, begitu juga dengan
penyelenggara pendidikan, dimana tidak semua institusi bisa melakukannya. Salah
satu yang telah mendapatkan ijin dari pemerintah untuk menyelenggarakan program
DLP ini adalah Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII).
Berkaitan
dengan hal tersebut, FK UII hari ini (24/1) menyelenggarakan Seminar Nasional
bertemakan “Dokter Layanan Primer sebagai Solusi Peningkatan Derajat Kesehatan
Masyarakat Indonesia” bertempat di Gedung Auditorium Kahar Muzakkir. Diikuti
oleh sekitar 850an peserta dari puskesmas dan klinik pratama di DIY dan Jawa
Tengah, Ikatan Dokter Indonesia wilayah DIY dan Jawa Tengah. Dokter keluarga,
dan lailn-lain.
Tampak
hadir pada Seminar tersebut Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Dekan Fakultas
Kedokteran dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, dan beberapa pembicara dari
Kementrian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, DLP Indonesia
dan Dosen FK UII.
Seperti
disampaikan oleh Linda Rosita dalam sambutannya bahwa penyelenggaraan seminar
ini selain bertujuan untuk menyambut adanya prodi baru DLP di FK UII, juga
dilaksanakan dalam rangka Milad FK UII yang ke 13. “FK UII sampai saat ini
sudah 13 tahun mengabdi kepada masyarakat, hal itu akan terus kami kembangkan
kedepan agar selalu sejalan dengan visi-misi UII yaitu menjadi rahmat bagi alam
semesta”, ungkapnya.
Ada
yang menarik dari pemaparan materi yang disampaikan oleh drg. Kartini Rustandi,
M.Kes dari Ditjen BUK Kemkes RI pada saat jumpa pers dengan wartawan tadi,
bahwa paradigma kedokteran saat ini sudah harus mulai berubah. “Dahulu dokter
yang bagus adalah yang banyak pasiennya, namun sekarang dokter yang pasiennya
sedikit itulah yang bagus, artinya masyarakat sebagian besar dalam keadaan
sehat, dan itu yang akan kami bangun melalui DLP”, paparnya













