Senin, 26 Januari 2015

FK UII Siap Lahirkan Prodi Baru, Dokter Layanan Primer

Derajat kesehatan masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, termasuk negara-neraga di ASEAN. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah masih lemahnya sistem dan pelayanan kesehatan di tingkat primer maupun sekunder.
Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, pemerintah kemudian menetapkan kebijakan terkait dengan profesi Dokter Layanan Primer (DLP), dalam dunia kedokteran setara dengan Dokter Spesialis. Proses penyelenggaraan DLP ini terbilang sangat ketat, karena tidak semua dokter bisa menjadi DLP, begitu juga dengan penyelenggara pendidikan, dimana tidak semua institusi bisa melakukannya. Salah satu yang telah mendapatkan ijin dari pemerintah untuk menyelenggarakan program DLP ini adalah Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII).
Berkaitan dengan hal tersebut, FK UII hari ini (24/1) menyelenggarakan Seminar Nasional bertemakan “Dokter Layanan Primer sebagai Solusi Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Indonesia” bertempat di Gedung Auditorium Kahar Muzakkir. Diikuti oleh sekitar 850an peserta dari puskesmas dan klinik pratama di DIY dan Jawa Tengah, Ikatan Dokter Indonesia wilayah DIY dan Jawa Tengah. Dokter keluarga, dan lailn-lain.
Tampak hadir pada Seminar tersebut Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Dekan Fakultas Kedokteran dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, dan beberapa pembicara dari Kementrian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, DLP Indonesia dan Dosen FK UII.
Seperti disampaikan oleh Linda Rosita dalam sambutannya bahwa penyelenggaraan seminar ini selain bertujuan untuk menyambut adanya prodi baru DLP di FK UII, juga dilaksanakan dalam rangka Milad FK UII yang ke 13. “FK UII sampai saat ini sudah 13 tahun mengabdi kepada masyarakat, hal itu akan terus kami kembangkan kedepan agar selalu sejalan dengan visi-misi UII yaitu menjadi rahmat bagi alam semesta”, ungkapnya.
Ada yang menarik dari pemaparan materi yang disampaikan oleh drg. Kartini Rustandi, M.Kes dari Ditjen BUK Kemkes RI pada saat jumpa pers dengan wartawan tadi, bahwa paradigma kedokteran saat ini sudah harus mulai berubah. “Dahulu dokter yang bagus adalah yang banyak pasiennya, namun sekarang dokter yang pasiennya sedikit itulah yang bagus, artinya masyarakat sebagian besar dalam keadaan sehat, dan itu yang akan kami bangun melalui DLP”, paparnya


UII Tunjukkan Kepedulian atas Permasalahan Hukum di Tanah Air


Rivalitas di antara lembaga penegakan hukum di Indonesia yang meruncing akhir-akhir ini memunculkan keprihatinan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya komunitas akademik di perguruan tinggi. Rivalitas tersebut tidak hanya menunjukkan ketidakkompakan dalam penegakan hukum namun juga menimbulkan efek kontraproduktif yang merugikan bagi upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.
Dikhawatirkan apabila rivalitas tersebut berlangsung berlarut-larut, rakyat lah yang paling dirugikan karena para koruptor akan semakin bebas menggerogoti kekayaan negara yang semestinya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karenanya, sikap kritis perlu ditunjukkan untuk mendorong terciptanya hubungan yang harmonis dan stabil di antara dua lembaga yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi ini.
Demikian seperti disampaikan oleh Dekan FH UII, Dr. Aunur Rohim Faqih, SH., M.Hum dalam pernyataan sikap yang dibacakan di halaman kampusnya Jl. Tamansiswa No. 158, Yogya pada Senin (26/1). Pernyataan sikap yang mewakili aspirasi segenap sivitas akademika FH UII tersebut disampaikan terkait keprihatinan komunitas akademik FH UII atas memburuknya hubungan kelembagaan di antara institusi penegak hukum di Indonesia, yakni Polri dan KPK. FH UII menilai sudah saatnya konflik kepentingan di antara kedua lembaga diakhiri guna mencapai kepentingan bangsa yang lebih besar yakni dalam memberantas korupsi. Turut hadir di tengah sivitas akademika FH UII, Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH., MH.
Dikatakan oleh Dr. Aunur Rohim Faqih bahwa Polri dan KPK sebagai lembaga penegak hukum harus dibebaskan dari berbagai kepentingan politik sehingga dapat bekerja dengan efektif dalam memberantas korupsi. “Perseteruan kedua lembaga ini sejatinya tidak perlu terjadi jika anasir politik mampu dibersihkan. Kedua lembaga penegak hukum harus senantiasa dikuatkan, bukan justru dilemahkan atau bahkan dihancurkan”, tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan agar Presiden RI sebagai kepala negara untuk segera mengambil langkah yang tepat dan tegas untuk mengakhiri polemik yang terjadi. “Presiden mempunyai kapasitas dan kewenangan untuk mengambil langkah-langkah konkrit guna mengakhiri polemik ini bukan semata mengambil sikap yang seolah menghindarkan diri dari polemik yang terjadi”, tambahnya.
Menurutnya hal ini sangat krusial, karena agenda pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan demokratisasi salah satunya bergantung pada dukungan sikap dan ketegasan yang ditunjukkan oleh kepala negara. “Kami yakin jika Polri kuat, KPK kuat, maka rakyatlah yang akan menang”, pungkasnya.


Mahasiswa Deakin University Australia Ikuti Program Pengenalan Budaya Indonesia

Selama kurang lebih dua minggu kedepan, sekitar 12 mahasiswa dari Deakin University Australia akan mengikuti “Language, Cultural and Internship Program” di Indonesia. Program tersebut merupakan kegiatan rutin yang terbentuk atas kerjasama antara Internasional Program Universitas Islam Indonesia (IP UII) dengan Deakin University.
Beberapa mahasiswa tersebut tampak antusias mengikuti penjelasan dari tim IP UII terkait dengan dasar-dasar pengenalan budaya di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta khususnya. Terlebih lagi ketika diajarkan cara menawar barang yang biasanya dijual di pinggir jalan, yaitu ketika penjual sudah menetapkan harga dan tidak ada kesepakatan kemudian pembelinya pergi, maka biasanya dipanggil lagi untuk kemudian dilakukan penurunan harga dan disepakati harganya sekian, sepertinya hal semacam ini tidak pernah mereka temukan di Australia.
Demikian itu suasanya yang tergambar dalam acara penyambutan mahasiswa berupa ‘Welcome Event’ yang dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., dan Direktur Internasional Program UII Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. Acara penyambutan tersebut digelar pada hari ini (26/1) bertempat di Ruang Sidang GKU Prof. Dr. Sardjito Lt.2 Kampus Terpadu UII.
Dalam sambutannya, Ilya Fadjar menyampaikan terkait dengan sejarah berdirinya UII dari awal pertama kali bernama Sekolah Tinggi Islam (STI) hingga saat ini, hal itu dilakukan untuk memperkenalkan UII lebih dekat kepada para mahasiswa Ausralia tersebut. Kemudian pihaknya menambahkan bahwa harapannya selama dua minggu kedepan mahasiswa dapat mengambil banyak pelajaran dari adanya program ini, baik terkait dengan budaya, bahasa, maupun keragaman di Indonesia.
Ditambahkan oleh Wiryono bahwa pemilihan kota Yogyakarta sebagai tujuan dari program ini merupakan pilihan yang tepat, dimana kota ini mwnjadi salah satu kota yang layak ditinggali di Indonesia, seperti halnya Melbourne di Australia. “Semoga mahasiswa semua dapat menikmati program ini selama dua minggu kedepan”, paparnya.

Cara Mengambil Foto Pada malam Hari

Begini cara mengambil foto pada malam hari. Jelas, seperti hal lain dalam fotografi, ini membutuhkan berbagai teknik. Teknik yang akan dijelaskan di sini mungkin berbeda dengan yang lain. Tapi teknik ini bisa menghasilkan foto-foto malam yang baik.

  1. Gunakanlah Tripod. Ketika skil fotografi anda bertambah, anda akan mengetahui bahwa hampir tidak mungkin untuk hidup tanpa tripod.
  2. Pelajari setelan manual pada kamera anda, cara menyetel shutter speed dan apertur.
  3. Gunakanlah kabel shutter release. Aksesoris kamera ini bisa anda beli di berbagai toko kamera yang juga tersedia online. Sebaiknya anda melakukan riset dulu, cari informasi mengenai harga, spesifikasi, dan lain sebagainya di Google agar anda dapat memutuskan lebih baik mana yang akan anda beli. Aksesoris ini akan membantu anda menghindari goyangan pada kamera sewaktu shutter button ditekan dan dilepaskan.
  4. Jika kamera anda memiliki fungsi mirror lockup, gunakanlah. Semua kamera DSLR memiliki sebuah cermin yang memantulkan gambar dari lensa ke viewfinder, jadi anda dapat melihat apa yang dilihat lensa. Ini dapat menyebabkan getaran pada kamera dan menyebabkan foto kabur.

Sekarang anda telah memiliki semua yang diperlukan. Begini cara memainkannya.

Dengan menggunakan tripod, aturlah pengambilan foto yang anda pikir merupakan yang paling menarik bagi mata. Setel kamera anda pada mode manual, dan jika mungkin, setel fungsi mirror lockup. Gunakan pembacaan cahaya atau light meter kamera anda untuk menentukan eksposur terbaik. Misalnya jika anda menggunakan aperture f 11 dan ISO 100, anda mungkin mendapat bacaan sekitar 2 detik, atau lebih. Ini bagian yang membuatnya menarik; semakin rendah shutter speed anda, lebih banyak aksi yang akan anda rekam. Artinya jika anda memiliki shutter speed 10 detik dan dalam 10 detik itu ada 15 mobil yang lewat dalam gambar anda, pada latar depan, anda akan menangkap banyak aliran cahaya. Ini akan menghasilkan efek yang menarik dalam fotografi malam. Shutter speed dan apertura akan bekerja sama memberikan anda jenis gambar yang anda inginkan. Mungkin anda tidak peduli dengan aliran cahaya, maka jangan khawatir dengan shutter speed yang sangat lama.

Satu hal yang perlu diperhatikan, aperture benar-benar tidak menjadi permasalahan di sini. Semua yang berada di atas f 5.6 baik untuk foto malam. Anda tidak terlalu peduli dengan jangkauan fokus pada latar depan dan belakang. Hal ini utamanya benar untuk pemandangan kota.

Tips Dan Trik Teknik Dalam Fotografi Kamera DSLR



Beberapa Teknik Fotografi untuk malam hari dan cahaya rendah. Gunakan fitur built-in kamera digital anda untuk mengambil foto dramatis dalam kondisi gelap atau cahaya rendah. Sebelum memulai memotret pada malam hari atau pada saat cahaya rendah, berikut adalah beberapa hal yang paling penting untu­k diingat :Non-aktifkan flash
Membawa keluar detail yang tajam dalam kondisi cahaya rendah dengan menggunakan long exposure (waktu yang dibutuhkan kamera untuk mengumpulkan cahaya) kemudian pilih Flash dari menu capture, lalu pilih Flash off. Tekan Menu / Ok.

Gunakan Tripod
Eksposur panjang atau long exposure membutuhkan sebuah pegangan kokoh pada kamera untuk menghindari blur. Sebuah tripod sangat membantu. Jika tidak mempunyai atau tidak membawanya, anda dapat mencoba bersandar pada obyek yang kokoh seperti pohon, atau dinding.

Gunakan Timer
Meskipun ketika kamera menggunakan tripod, saat jari menekan tombol shutter, ini dapat menyebabkan gerakan yang cukup untuk membuat kamera bergoyang dan menghasilkan gambar blur. Anda dapat menghindari menyentuh kamera sama sekali dengan menggunakan timer. Pilih Timer dari menu capture lalu tekan Menu / Ok. Saat ingin mengambil gambar, anda harus menyesuaikan pengaturan kamera. Kunci untuk mendapatkan gambar yang bagus saat malam atau pada cahaya rendah adalah dengan bukaan lebar, ISO rendah dan shutter speed yang rendah.

Shutter Speed
Karena tidak menggunakan built-in flash maka shutter speed harus jauh lebih rendah untuk mendapatkan cahaya yang cukup. Pilih mode pemotretan baik Tv (shutter priority) atau M (Manual) pada kamera untuk menyesuaikan shutter speed. Shutter speed terendah pada kebanyakan kamera berkisar dari beberapa detik untuk pengaturan “bulb” (shutter tetap terbuka selama yang diinginkan). Beberapa kamera digital mempunyai fitur pemotretan modus malam. Ini secara otomatis menonaktifkan flash dan menggunakan waktu eksposur yang lama.

ISO
ISO pada kamera menentukan kepekaan terhadap cahaya. ISO yang lebih tinggi akan membuat kamera anda lebih sensitif terhadap cahaya, tetapi akan menambah grain lebih banyak atau noise pada foto. Jika kamera anda terdapat pengaturan ISO, aturlah pada angka rendah(sekitar 50,100 atau 200) untuk detail tajam dalam cahaya rendah. Pengaturan ini akan sedikit meningkatkan waktu exposure, tetapi akan menghasilkan foto yang jauh lebih baik.
Bukaan atau Aperture

Jika kamera anda memiliki settingan manual, anda dapat memperluas bukaan untuk memungkinkan banyaknya cahaya masuk melalui lensa kamera yang sangat penting saat malam hari atau ketika tidak ada banyak cahaya. Pilih mode pemotretan baik Av (Aperture Priority) atau M (Manual) pada kamera untuk menyesuaikan bukaan / aperture. Bukaan terlebar untuk kebanyakan lensa adalah F2.8.



Kamis, 01 Januari 2015

Jenis Kamera

  • (en:Camera obscura)
  • (en:Analog cameraKamera analog
  • (en:Box camera)
  • (en:Brownie camera) Kamera Brownie
  • (en:Cinématographe)
  • (en:Digital camera) Kamera digital
  • (en:Folding camera) Kamera folding
  • (en:Instant image camera)
  • (en:Kinetoscopic camera) Kamera kinetoskopis
  • (en:Large format camera) Kamera format besar
  • (en:Lomo camera)
  • (en:Mammoth camera)
  • (en:Medium format camera) Kamera format medium
  • (en:Pocket camera) Kamera saku
  • (en:Point&Shoot camera)
  • (en:Prosumer camera)
  • (en:Rapatronic camera)
  • (en:Rotating camera)
  • (en:Single lens reflex (SLR) camera) Kamera SLR
  • (en:Stereo camera)
  • (en:Twin lens reflex (TLR) camera)
  • (en:View camera)

Tips Foto Levitasi

Tips membuat foto levitasi tanpa editing

  • [Fotografi levitasi] berbeda dengan Jump Shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.
  •       Foto levitasi tanpa editing dapat  dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam)
  • Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”
  •        Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
  • Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
  •  Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yg melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi.
  •   Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.

Saran untuk Pemula

1.
kenali kamera
Seorang fotografer harus mengenal alat atau kamera yang digunakannya.       Diafragma dan ‘speed’ atau kecepatan adalah dua hal utama yang harus diketahui seorang fotografer. Untuk para pemakai kamera digital, pengenalan program yang terdapat dalam kamera juga tak kalah penting, setelah dapat memahami diafragma dan speed.

2
latihan memotret
Dengan tekun memotret, seorang fotografer bisa menjadi sukses. Banyaknya jam terbang pada seorang fotografer juga dapat melatih kepekaannya terhadap daya rasa dan cipta. Kurangnya ‘trial and error’ dapat menghentikan kreatifitas seorang fotografer.
  
3
rajin-rajinlah menonton film bermutu
 Film adalah kumpulan ‘frame’ yang sudah tersusun dan terbentuk dengan rapi. Baik pencahayaan, sudut pandang, komposisi, ‘focusing’, ‘background’, ‘foreground’ semuanya sudah jadi dan tersusun dengan baik. Dengan menonton film kita juga dapat mempelajari seluruh aspek-aspek fotografi tersebut.

4
banyak membaca buku tentang fotografi
Praktik memotret adalah hal yang penting dalam fotografi. Akan tetapi, teknik memoto akan lebih baik lagi, bila kita mau mempelajari teorinya. Hal ini juga sangat berguna untuk menyegarkan kembali ingatan dan kemampuan kita dalam memotret.

5
berbagi pengalaman dengan sesama fotografer. Selain menambah ‘link’ dalam pergaulan, berbagi pengalaman sesama fotografer juga dapat menjadi pelajaran untuk mereka. Setiap fotografer memiliki pandangan dan pengalaman yang berbeda, dan ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran.

Tips membeli kamera DSLR

1. Kebutuhan dan Budget
Membeli kamera DSLR sesuai dengan kebutuhan adalah hal yang bijak. Jangan memaksakan diri mebeli yang canggih fiturnya padahal kita tidak membutuhkan fitur tersebut untuk keseharian. Untuk pemula disarankan untuk mencari dengan budget tidak terlalu mahal. Agar kelak jika sudah mahir baru mencari yang lebih handal.

2. Sensor
Perhatikan Ukuran sensor yang digunakan untuk menangkap gambar. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds.
Kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film analog. Jadi apa yang dilihat di viewfinder, itulah hasil fotonya. Tanpa ada yang dikurangi atau istilah fotografinya di "crop".
Kamera sensor APS-C memiliki ukuran sensor lebih kecil. Konswekuensinya ada bagian foto yang hilang atau di crop. Keuntungannya harga menjadi lebih murah dan body lebih ringan.
Yang ke tiga kamera sensor Four-Thirds. Jenis ini yang sedang menjadi trend saat ini. Dengan ukuran sensor lebih kecil dari APS-C, bodynya menjadi lebih kecil pula dan tentu lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

Contoh kamera full frame: Canon 5D mark III, Nikon D600, Nikon D700, Nikon D800, Nikon D4, Sony A99.
Contoh kamera crop sensor APS-C : Canon 600D/650D/60D(camera ane Gan)/7D, Nikon D3000/D3200/D90/D7000, Sony A390, Sony SLT A37/A57.
Contoh kamera Four-Thirds : Canon EOS-M, Fuji XE-1, Nikon J1/V1, Olympus EPL/EPM/EP, Panasonic GF, Sony NEX.

3. Fitur
Resolusi Megapixel
Apabila berencana ingin mencetak foto dalam ukuran besar, sebaiknya membeli kamera dengan resolusi besar sehingga hasil cetakan foto juga bisa maksimal sesuai yang diinginkan.
Sebagai gambaran kamera dengan 4 MP bisa menghasilkan cetakan yang bagus ukuran 10R (seperti ukuran sampul majalah).
Nah kalau hanya sekedar ingin foto-foto dan share ke dunia maya, Megapixel besar tidak terlalu dibutuhkan.

4. ISO
Fitur lainnya pada kamera DSLR yang mungkin perlu diperhatikan adalah pengaturan ISO untuk memotret di tempat gelap. ISO ini berkaitan dengan tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai pada settingan di kamera maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan.

5. Speed/Kecepatan  
Kamera DSLR pemula memiliki kecepatan yang lebih baik daripada kamera saku mahal. Kecepatan diperlukan apabila sering memotret objek bergerak misalnya mobil yang sedang melaju atau menonton konser musik.

6. Image Stabilization/Anti Getar
Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera DSLR adalah antishake systems. Karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yang tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini.

7. Ukuran dan Model
Ukuran kamera DSLR memang besar dan tidak seperti kamera digital biasa. Namun ada pula beberapa kamera DSLR yang ringan dan bisa dibawa kemana-mana saat bepergian. Bahkan seperti diulas di atas, jenis kamera Four-Thirds nyaman dibawa kemana-mana dengan bentuk kecil.

Teknik Ruang Tajam Dan Slow Action

Menggunakan kamera DSLR tidaklah mudah dalam membuat hasil gambar yang berkualitas, ada trik-trik khusus untuk menghasilkan efek maupun kualitas yang lebih baik, Ada berbagai macam teknik fotografi yang mendasar. Lain teknik nya, lain juga tingkat kesulitannya. Mulai dari tingkat kesulitan yang rendah, sampai teknik yang memerlukan skill fotografi yang tinggi terkecuali kita telah memiliki pengalaman sebelumnya tentang kamera tersebut. Berikut ini adalah tekhnik2 dasar dalam photography:

Depth of field (ruang tajam)

           Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.


Slow & Stop Action (freze)

Slow action : salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/ menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik .


Stop action (freeze) kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.

kamera Fujifilm X-T1

Review : Kesan pertama Fujifilm X-T1, kamera mirrorless terbaru dengan viewfinder ekstra besar, Shutter lag super cepat, sensor 16MP X-Trans CMOS II, 8 fps continuous shoot, built-in Wi-Fi, tahan air, debu dan cuaca ekstrim.


Fujifilm baru saja mengumumkan peluncuran kamera model X-series terbaru mereka: Fujifilm X-T1 dengan sensor 23.6mm x 15.6mm (APS-C) X-Trans CMOS II dan total piksel 16.7 megapiksel. Kali ini kamera yang mungkin akan menjadi andalan Fujifilm ini bergaya lebih seperti kamera SLR daripada rangefinder seperti yang ditunjukkan oleh seri lain yang sangat populer X-E2 dan X-Pro-1. Fujifilm juga telah meningkatkan kinerja X-T1 dengan mendongkrak kecepatan burst shoot sebesar 8 frame per detik, shutter lag yang hanya 0.005 detik (menurut Fuji tercepat di dunia) dan multi mode OLED electronic viewfinder (EVF) dengan rasio pembesaran sebesar 0.77x.

Fujifilm tampaknya masih memilih untuk menerapkan strategi tampilan vintage pada body kamera X-T1, dengan desain fungsi dial manual yang menarik, dan tombol-tombol untuk menyesuaikan pengaturan utama kamera terlihat sederhana namun tentu saja akan tetap memudahkan penggunannya. Body kamera Fujifilm X-T1 terbuat dari bahan die-cast magnesium alloy. Bagi beberapa kalangan penggunaan bahan ini menunjukkan bahwa Fujifilm ingin menonjolkan kesan profesional pada kameranya walaupun efeknya bobot kamera akan menjadi lebih berat.

Fitur Utama pada Kamera Fujifilm X-T1

  • 16MP X-Trans CMOS II sensor
  • EXR Processor II
  • Weather-resistant body
  • ISO 200-6400, plus 100 - 51200 expanded (JPEG)
  • 2.36M dot OLED electronic viewfinder dengan pembesaran 0.77x (equiv.)
  • 'Dual view' OLED electronic viewfinder (EVF) yang bisa menunjukkan regular view dan focus peaking/digital split image secara bersamaan
  • Kontrol pengaturan ISO, shutter speed, exposure compensation, drive mode dan metering berada dibagian atas kamera
  • Enam tombol fungsi yang bisa diprogram khusus
  • 3.0" 1.04M dot 3:2 tilting LCD
  • 8 fps continuous shooting dengan continuous AF (3 fps dalam mode live view)
  • Built-in Wi-Fi termasuk fungsi remote control dari smartphone atau tablet
  • Full HD movie recording (1080/60p, 36Mbps bitrate), with built-in stereo microphone
  • Clip-on external flash (included)
  • Battery Grip opsional
Jika diperhatikan, sesifikasi X-T1 tampaknya cukup hebat. Keunggulan yang menonjol pada X-T1 tidak diragukan lagi adalah jendela bidik elektronik (viewfinder) yang besar, yang bahkan lebih besar dari jendela bidik optik pada Canon EOS-1D X. Dipadukan dengan resolusi yang sangat baik tentu akan membuat kamera ini benar-benar menyenangkan untuk digunakan. EVFnya yang besar juga memungkinkan untuk menampilkan teknologi 'Dual View', yang menunjukkan adegan penuh ditambah dengan sebuah jendela kecil di sisi viewfinder untuk melihat perbesaranya. Viewfinder X-T1 juga memiliki kemampuan orientasi portrait, yang hasilnya jika kita mengintip pada viewfinder, setting kamera tetap akan berada di atas atau dibawah baik saat kamera kita pegang secara vertikal ataupun horisontal.

Kamera DSLR Nikon D5300


Nikon D5300 mungkin bisa dianggap hanya sebagai penerus dari D5200 yang telah diluncurkan kurang dari satu tahun yang lalu, namun kamera ini tampaknya akan menandai sebuah evolusi teknologi kamera digital SLR. Peningkatan dan perbaikan pada kamera ini cukup besar, yang kemudian dinilai beberapa kalangan berpotensi untuk menarik minat penggemar fotografi digital. D5300 hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau bagi fotografer amatir yang mungkin sedang mengamati tipe kamera yang lebih tinggi seperti D7100 namun merasa belum saatnya untuk meng-upgrade kamera mereka. Peningkatan yang paling mencolok tampaknya ada pada fungsi built-in Wi-Fi, yang membuatnya menjadi kamera DSLR Nikon pertama yang tidak bergantung pada aksesori tambahan untuk berbagi foto secara nirkabel atau akses remote control ketika dipasangkan dengan perangkat pintar. D5300 ini juga merupakan DSLR pertama Nikon yang memiliki fitur built-in GPS.

Selain karena Kelebihan built-in Wi-Fi dan GPSnya, Nikon D5300 juga memiliki beberapa keunggulan lain dibandingkan pendahulunya, D5200, dan dalam banyak kasus bahkan menyaingi D7100. Salah satunya, sensor 24.2-megapixel DX-format CMOS yang pasti akan membantu memaksimalkan kekuatan kamera dengan menghilangkan low-pass filter optik. Jika saja D5300 dapat meminimalkan moiré dan anti-aliasing seperti yang ada pada D7100, kamera DSLR ini mungkin bisa menjadi langkah untuk membuka ranah baru dari kualitas detail yang luar biasa dan ketajaman gambar yang mumpuni kepada konsumennya.

D5300 membenamkan prosesor terbaru Nikon yaitu EXPEED 4 yang bahkan kamera DSLR prosumer full-frame D610 yang baru saja diumumkan peluncurannya bahkan belum menggunakannya. Mesin pencitraan generasi baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecepatan kamera, serta lebih mengoptimalkan detil outputnya dan meningkatkan akurasi warna pada gambar yang dihasilkan. Sensitivitas sensor kamera Nikon D5300 juga telah ditingkatkan, sekarang Anda bisa mendapatkan rentang ISO dari 100 sampai 12.800 (dibandingkan dengan maksimal ISO 6400 untuk kamera D5200), bahkan mencapai ISO 25.600 pada mode sensitivitas yang diperluas. Mudah-mudahan ini akan menghasilkan kualitas gambar yang tetap baik jika kita melakukan pemotretan pada cahaya minim. Sementara itu, kecepatan pengambilan gambar secara terus menerus pada mode burst (continuous shoot) masih pada kisaran 5 frame per detik pada resolusi JPEG besar, sama dengan model sebelumnya D5200. Walaupun begitu kecepatan burst shoot ini masih di atas rata-rata untuk tipe kamera DSLR berresolusi tinggi lain di kelasnya.

Layar swivel D5300
Dari segi ukuran dan desain, walau D5300 tampak masih mempertahankan bentuk dan desain dasar yang sama seperti D5200, kamera ini sekarang lebih terasa lebih nyaman di genggaman, dengan dimensi ukuran 4.9 x 3.9 x 3 inci (125 x 98 x 76mm) dibandingkan dengan 5,1 x 3,9 x 3,1 inci (129 x 98 x 78mm) pada pendahulunya. Model baru ini juga sedikit lebih ringan, beratnya hanya 18,7 ons (530g) dengan baterai dan kartu memori, dibandingkan 19,6 ons (555g) pada D5200. Perbedaan fisik paling mencolok antara kedua model ini dapat ditemukan di bagian belakang kamera, dalam bentuk layar Vari-angle besar berukuran 3.2-inci yang bisa diputar untuk memberikan fleksibilitas pada saat pemotretan atau pengambilan video pada angle yang sulit dan monitor LCD yang memiliki kedalaman resolusi sebesar 1.037K dot.

Salah satu upgrade terkini dari Nikon D5300 adalah kemampuan shooting videonya. Kamera DSLR ini sekarang mampu merekam gambar dalam kualitas Full HD 1080 pada 60 frame per detik, peningkatan besar atas D5200 yang hanya bisa mengambil gambar video pada kualitas 30p, atau maksimum 60i. Hasil rekaman video pada kualitas 60p dinyatakan lebih halus, dan kamera ini juga menyediakan fleksibilitas dengan mampu merekam pada frame rate 50p, 30p, 25p dan 24p. Fitur D5300 lain adalah built-in mic audio stereo, dan Nikon mengklaim bahwa full-time AF pada kamera inipun telah ditingkatkan sehingga pengguna tidak akan kesulitan pada saat menggunakannya untuk mengambil gambar video dengan mode fokus auto.


Lensa Nikon D5300


Seperti pendahulunya, Nikon D5300 mempergunakan sistem auto fokus 39-point, yang bekerja sama dengan sistem Scene Recognition dan sistem metering RGB 2.016 piksel. Diharapkan sistem fokus ini adalah salah satu fitur yang bisa meningkatkan kinerja D5300. Seperti yang kita tahu D5200 memang agak lamban terutama dalam situasi pemotretan pada cahaya rendah.

Ini adalah kesempatan pertama kita akan melihat penggunaan lensa baru Nikon 18-140mm f/3.5-5.6 G ED DX VR, dan setidaknya sepintas, banyak pengguna yang akan menyukainya. Untuk detail kualitas lensa ini jelas akan tergantung pada bagaimana pengujiannya di lapangan, karena rasio zoom yang lebih besar selalu melibatkan beberapa kompromi dalam kualitas optik. Sebelumnya Nikon telah membuktikan ketajaman lensa 18-135mm, kekurangan utamanya hanya pada chromatic aberration (CA) yang berlebihan. Memang lensa 18-135mm memulai debutnya sebelum koreksi CA pada kamera umum digunakan, jadi kita mengharapkan lensa 18-140mm ini tidak akan menunjukkan banyak CA di hasil gambar JPEG terlepas dari kualitas optik yang dimilikinya.

D5300 memiliki flash pop-up internal, dan hot shoe iTTL untuk penggunaan flash eksternal. Kamera ini mendukung sistem Creative Lighting Nikon, tapi tidak seperti kamera DSLR high-end Nikon, flash built-in tidak mendukung modus commander (master flash). Anda harus menggunakan flash SB-910, SB-900, SB-800 atau SB-700, atau SU-800 Speedlight commander.

Nikon D5300 menggunakan kartu memori SD / SDHC / SDXC, dan mendukung UHS-1 dan Eye-Fi card. Gambar dapat direkam dan disimpan sebagai JPEG, RAW 12 atau 14-bit (.NEF) dan file RAW+JPEG. Video dapat direkam dan disimpan sebagai file H.264/MPEG-4 AVC MOV.

Kamera ini didukung oleh baterai Lithium-ion (EN-EL14a) dan dilengkapi dengan charger khusus (MH-24 Quick Charger). Baterai D5300 bisa digunakan untuk melakukan pemotretan hingga 600 gambar - peningkatan 20% dibandingkan D5200, yang hanya menyediakan 500 gambar per sekali pengisian. Sebuah kit adaptor AC opsional (EH-5b AC Adapter) tersedia secara terpisah, tetapi membutuhkan konektor power tambahan EP-5A.

10 Kamera Digital Terbaik Canon 2014



1. Canon 5D Mark III
Tidak diragukan lagi, 5D Mark III telah membuktikan keunggulannya sebagai kamera full-frame terbaik Canon hingga saat ini.
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Fitur
Prosesor
AF Points

22.3 megapixels
DSLR Full Frame
Kualitas Video Full HD
Canon DIGIC 5+
61-point AF system
41 Cross Type

2. Canon EOS-1D X
Untuk fotografer profesional, 1D X merupakan pilihan utama. Body kokoh, burst-shoot cepat dan hampir tanpa noise pada ISO tinggi menjadi dasar keunggulannya.
Baca: Review Spesifikasi

Sensor
Megapiksel
Tipe
Prosesor
Fitur

CMOS
18 megapixels
DSLR Full Frame
Dual DIGIC 5+
12fps burst speed
Kualitas Video HD
ISO 100-51,200

3. Canon EOS 70D
Penerus Canon 60D ini tampil menjadi yang terbaik di kelas mid-end dengan sensor auto fokus super cepat dan teknologi layar sentuh yang impresif.
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Fitur

20.2 megapixels
DSLR
Wi-Fi
Layar sentuh
19-point AF system
Kualitas Video HD

4. Canon EOS 6D
Kamera DSLR Full Frame paling murah yang dimiliki Canon ini wajib Anda pertimbangkan karena kualitas hasil gambar yang istimewa.
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Prosesor
Fitur

20.2 megapixels
DSLR Full Frame
DIGIC 5
Video Full HD
Wi-FI & GPS
Sistem Metering akurat

5. Canon 5D Mark II
Walaupun telah dihentikan produksinya pada tahun 2012, kamera Full Frame legendaris Canon ini layak untuk dipertimbangkan sebagai pilihan
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Prosesor
Fitur

21.1 megapixels
DSLR Full Frame
DIGIC 4
Rekam Video Kualitas HD
Dust Reduction System

6. Canon EOS 7D
Sejak pertama kali diluncurkan pada September 2009, Canon EOS 7D masih mendominasi pasar kelas semi-profesional
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Prosesor
Fitur

18 megapixels
DSLR
Dual DIGIC 4
Kualitas Video HD
8 fps Burst Speed
100% Viewfinder Coverage

7. Canon EOS 100D
Anda ingin miliki kamera DSLR terkecil dan teringan di dunia, EOS 100D adalah pilihan terbaik bagi Anda
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Sensor
Fitur

18 megapixels
DSLR
CMOS APS-C
Kualitas Video HD
ISO 100-6400
Desain Body Menarik

8. Canon EOS M
Generasi pertama dari kamera mirrorless Canon ini memadukan kualitas gambar yang menakjubkan dengan kontrol layar sentuh yang responsif
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Prosesor
Fitur

18 megapixels
Mirrorless
DIGIC 5
Kualitas Video HD
Layar Sentuh Responsif
Sistem Auto Fokus Hybrid
ISO 100-12800

9. Canon EOS 700D
Sebagai seri terbaru kamera DSLR entry-level Canon, 700D menawarkan beragam kelebihan dan kemudahan bagi penggunanya
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Fitur

18 megapixels
DSLR
Kualitas Video HD
Layar Sentuh
ISO 100-12,800

10. Canon EOS 1100D
Canon EOS 1100D merupakan kamera DSLR inovatif yang akan membantu Anda memahami lebih dalam tentang dunia fotografi
Baca: Review Spesifikasi

Megapiksel
Tipe
Prosesor
Fitur

12.2 megapixels
DSLR
DIGIC 4
Kualitas Video HD

Canon unveils white editions of EOS 100D and EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM lens



United Kingdom, 16 April 2014 – Canon today introduces a new white edition of the world’s smallest and lightest APS-C DSLR , the EOS 100D, as well as a new white version of its EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM zoom lens. Ideal for first time users looking to explore the world of DSLR photography, the new editions to the EOS range make it easy for anyone, whatever their skill level, to capture and relive special moments in stunning detail.

Measuring just 116.8 x 90.7 x 69.4mm, the EOS 100D is compact enough to always carry with you and features an 18 MP APS-C Hybrid CMOS AF II sensor and a range of simple controls and automatic shooting modes, making capturing stunning images and Full HD movies effortless. The incredibly lightweight and compact body provides a traditional DSLR shooting experience while the large 7.7cm (3.0”) ClearView II touch screen, makes it easy to adjust settings and review images straight after capture.

The white EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM lens is the perfect partner for the new EOS 100D, providing the flexibility to capture everyday subjects from sweeping landscapes to close-up portraits. An Optical Image Stabilizer ensures images are captured with impressive detail and clarity, while the near-silent STM technology also ensures noise is kept to a minimum whilst focusing in movies.